You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Panohan
Panohan

Kec. Gunem, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

ASAL USUL DESA PANOHAN

Miftakhul Bashoriyah 15 Februari 2026 Dibaca 63 Kali
ASAL USUL DESA PANOHAN

Sejarah desa yang dihidupkan melalui tutur lisan berbasis ingatan kolektif.

Salah satu cerita paling kuat yang hidup di tengah masyarakat berasal dari penuturan mbah Haji Shofwan (Mbah guru), sesepuh desa Panohan yang berusia sekitar 90 tahun. Beliau menyampaikan legenda yang bersumber dari kisah pewayangan, dengan tokoh utama Janaka, Semar, Gareng, dan Petruk.

Dalam cerita tersebut, Janaka bersama Semar, Gareng, dan Petruk tengah berkelana hingga tiba di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Waduk Panohan. Dilokasi itu, mereka melihat potensi aliran air yang kelak dapat dimanfaatkan oleh para petani. Kemudian Janaka oleh Semar diperintahkan untuk membuat alur irigasi dengan cara yang diluar nalar, yakni menggunakan alat kelaminnya.Namun usaha tersebut terhenti di tengah perjalanan.

Semar kemudian menangis karena alat yang digunakan untuk membuat aliran air tidak mampu menembus tanah. atas perintah janaka, petruk mengambil panah pusaka pasopati. panah itu dilepaskan dari arah DAM menghadap ke utara, menuju wilayah desa. setelah panah dilepaskan, tanah tersebut 'bolong' dan aliran airpun mengalir dengan lancar.

Bekas panahan itulah yang disebut panahan, yang kemudian berubah pengucapannya menjadi Panohan agar lebih mudah disebut. Sementara lubang atau trowongan bekas panahan dikenal sebagai growongan, yang hingga kini masih di ingat dalam istilah growongan 2 ( dua trowongan) yang mengalirkan air ke area persawahan.

Dengan demikian, menurut cerita lisan masyarakat, nama panohan bukan berasal dari panohan, melainkan dari panahan, yang mengalami penyesuaian sebutan seiring berjalannya waktu. 

Sejarah Panohan tidak hanya tersimpan dalam arsip dan tahun, tetapi hidup dalam cerita yang diwariskan, nama tempat yang bertahan dan ingatan kolektif masyarakatnya.

 

Kabar Rembang